Terkumpul Rp55,5 Juta Biaya Daftar Piala Soeratin Maluku Utara: Medis Telat, Papan Skor Mati, Fasilitas Dipertanyakan
DAERAH
MALUKU UTARA – Gelaran Piala Soeratin wilayah Maluku Utara yang resmi dimulai 15 September 2026 menuai sorotan tajam. Dari tiga kategori yang dipertandingkan, panitia menghimpun biaya pendaftaran peserta mencapai Rp55,5 juta, namun kualitas layanan dan fasilitas di lapangan dinilai jauh dari standar yang layak.
Rincian perolehan dana terhitung jelas, kategori U-13 dengan 12 tim menyumbang Rp24 juta (Rp2 juta per tim), kategori U-15 berisi 9 tim menyumbang Rp22,5 juta (Rp2,5 juta per tim), dan kategori U-17 yang diikuti 3 tim menyumbang Rp9 juta (Rp3 juta per tim). Jika dijumlahkan, total dana yang masuk mencapai Rp55,5 juta. Rabu,16/9/2026
Namun, angka fantastis itu tidak sebanding dengan kesiapan penyelenggaraan di Lapangan Sulamadaha, Kota Ternate. Berbagai kelalaian mendasar terungkap, mulai dari layanan kesehatan yang tidak siap hingga ketiadaan alat pendukung pertandingan, tetapi pihak penyelenggara kegiatan tersebut sepertinya masa bodoh dengan kondisi yang terjadi di lokasi.
Yang paling mencolok adalah ketidakhadiran tenaga medis dan ambulans saat pertandingan berlangsung. Pihak kesehatan baru tiba di lokasi setelah pertandingan selesai, padahal sepak bola, apalagi yang melibatkan pemain usia muda memiliki risiko cedera yang nyata dan memerlukan tanggapan cepat.
Ketika ditanya alasannya, pihak yang tiba di lokasi justru menyatakan bukan bagian dari panitia, lalu segera masuk ke dalam kendaraan dan pergi meninggalkan tempat tanpa penjelasan lebih lanjut.
Belum berhenti di situ. Papan skor tidak difungsikan sama sekali selama pertandingan berlangsung. Sistem suara untuk mengumumkan informasi pertandingan kepada pemain maupun penonton juga tidak tersedia.
Kondisi ini memicu keraguan mendalam. Piala Soeratin bukan sekadar ajang bertanding, ini adalah ajang pembinaan pemain muda yang mengusung nama resmi organisasi sepak bola nasional. Dengan dana yang terkumpul mencapai puluhan juta rupiah, wajar jika publik mempertanyakan,ke mana perginya anggaran tersebut dialokasikan.
Sorotan ini bukan sekadar soal besarnya biaya yang dibebankan kepada tim peserta, melainkan soal keseimbangan antara apa yang dibayar dan apa yang diterima. Pemain muda, pelatih, dan penonton berhak mendapatkan penyelenggaraan yang aman, tertib, dan profesional.
Penyelenggaraan Piala Soeratin Maluku Utara sendiri berada di bawah naungan PSSI wilayah setempat. Masyarakat berharap hal ini menjadi cermin untuk perbaikan segera, mulai dari kesiapan tim medis dan ambulans yang selalu siaga, papan skor yang berfungsi, hingga perangkat suara yang layak.
Karena bagi sepak bola usia muda, yang terpenting bukan hanya pertandingan yang selesai, melainkan keselamatan, kenyamanan, dan rasa hormat kepada para calon pemain. (El Dewa), Arin/MI