Klarifikasi Berubah-Ubah, Sikap Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Ternate Disorot: Ada Apa di Balik Pembentukan KMI?
DAERAH
Ternate – Langkah Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Kota Ternate, IB Gede Wiyata Dharma, dalam memberikan keterangan terkait pembentukan Komunitas Mantap Indonesia (KMI) menuai sorotan tajam. Pasalnya, pernyataan yang disampaikan secara beruntun dinilai tidak konsisten alias berubah-ubah, sehingga memunculkan dugaan adanya kebohongan publik dan ketidaktransparanan dalam tubuh institusi keuangan tersebut.
Pada keterangan pers awalnya, IB Gede dengan tegas menyatakan bahwa kepengurusan KMI direkomendasikan langsung oleh para nasabah. Ia menyebut pihak Bank Mandiri Taspen memberikan hak penuh kepada nasabah untuk mengusulkan calon ketua, yang kemudian diseleksi untuk merangkul anggota lainnya.
“Pengurus direkomendasikan oleh para nasabah melalui proses musyawarah. Jadi bukan ditunjuk sepihak oleh manajemen,” ujarnya, Senin 24/08/2026.
Namun, dalam keterangan selanjutnya, pernyataan tersebut justru berbalik arah 180 derajat. IB Gede meralat ucapannya sendiri dengan mengaku bahwa pihaknya turut melibatkan pengurus KMI yang lama, yakni atas nama Arsyad, serta membuka peluang untuk menanyakan siapa yang layak menjadi ketua.
“Kami bahkan melibatkan pengurus lama dan menanyakan siapa yang mau menjadi ketua, bahkan pengurus lama pun kami libatkan untuk menjadi pengurus,” jelasnya
Perubahan narasi yang drastis ini mengindikasikan adanya inkonsistensi data dan prosedur yang patut dipertanyakan publik. Terlebih, sebelumnya pihak manajemen sempat mengklaim bahwa KMI Ternate murni dibentuk baru karena tidak ada catatan administrasi resmi dari kantor pusat saat ia mulai bertugas tiga bulan lalu.
Keterangan Pertama: Pengurus KMI diklaim murni direkomendasikan dan diusulkan oleh nasabah melalui mekanisme seleksi internal.
Keterangan Kedua: Manajemen justru mengakui melibatkan pengurus KMI lama (Arsyad) dalam proses penentuan posisi ketua.
Fakta Administratif: Klaim awal menyebut KMI baru dibentuk dan belum pernah tercatat resmi di kantor pusat, namun di sisi lain manajemen tampak merangkul dan mengakui eksistensi kelompok lama yang sebelumnya disebut “belum resmi”.
Ketidakjelasan sikap dan plin-plan-nya pimpinan Bank Mandiri Taspen Cabang Ternate ini dikhawatirkan dapat memicu kebingungan masif di kalangan pensiunan dan nasabah. Publik mendesak agar pihak manajemen bersikap terbuka secara transparan tanpa ada informasi yang ditutup-tutupi atau direkayasa demi kepentingan sepihak. (Arin/MI)