Kesaksian Warga tentang Sutrimo: Dibantu Berobat hingga Kembali Bekerja
NASIONAL
Banyumas – Kesaksian warga di kampung halaman Sutrimo mengungkap perjalanan almarhum sebelum meninggal dunia. Warga menyebut Sutrimo sempat mengalami sakit serius, mendapat bantuan pengobatan, hingga kembali bekerja setelah kondisi kesehatannya membaik.
Menurut warga yang mengetahui perjalanan Sutrimo, almarhum telah bekerja sama dengan Febrie Adriansyah sejak sekitar 2008. Hubungan tersebut tetap berlangsung meski Sutrimo beberapa kali pulang ke kampung halaman dan sempat mengambil pekerjaan lain.
Sekitar 2020, kondisi kesehatan Sutrimo menurun akibat komplikasi diabetes. Ia mengalami luka parah di bagian punggung dan harus menjalani perawatan selama sekitar enam hingga tujuh bulan.
“Kalau kirim nota rumah sakit, sudah pasti langsung ditransfer sama bosnya. Biaya rawat inap sampai perawat harian sekitar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu per hari ditanggung penuh sampai sembuh,” ujar warga tersebut.
Setelah pulih, Sutrimo sempat bekerja sebagai kurir. Namun, kecelakaan saat mengendarai motor trabas menyebabkan luka di kakinya memburuk. Salah satu jarinya kemudian harus diamputasi. Warga kembali menyebut biaya pengobatan saat itu mendapat bantuan dari Febrie.
Sekitar 2022, Sutrimo kembali bekerja bersama Febrie. Menurut warga, pekerjaannya bersifat fleksibel. Ia masih bisa pulang kampung dan mengambil pekerjaan lain. Bahkan, sebelum meninggal, Sutrimo disebut baru menyelesaikan pekerjaan memperbaiki jalan atau pelesteran di depan rumahnya sekitar Juni-Juli 2026.
Kesaksian tersebut muncul di tengah penyelidikan kematian Sutrimo. Ia ditemukan meninggal dunia di depan sebuah klinik kecantikan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Polda Metro Jaya kemudian melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Rabu (12/8/2026). Tim gabungan mengambil sampel untuk pemeriksaan forensik, toksikologi, DNA dan histopatologi.
Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga pekan. Kepolisian diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian Sutrimo berdasarkan hasil pemeriksaan ilmiah.
Sementara itu, kesaksian warga mengenai perjalanan kesehatan, pekerjaan, dan hubungan Sutrimo dengan Febrie menjadi bagian dari informasi yang kini ikut mendapat perhatian publik. (Red)