BWS Maluku Utara Bergerak Cepat: 150.000 Liter Air Diberikan untuk Selamatkan Sawah Petani dari Kekeringan
DAERAH![]()
TERNATE – Musim kemarau panjang yang melanda Maluku Utara memicu kekeringan parah di lahan pertanian, terutama di kawasan transmigrasi. Tanaman padi mulai layu dan terancam gagal panas akibat terpapar panas matahari terus-menerus.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara di bawah pimpinan Kepala Balai Saleh Talib mengambil langkah luar biasa dan bergerak cepat. Melalui Skuad Tanggap Darurat Kekeringan, BWS menyalurkan bantuan air irigasi sebanyak 150.000 liter untuk menyelamatkan lahan persawahan yang terdampak di Kabupaten Halmahera Tengah, tepatnya di Desa Lembah Asri dan Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan. Kamis,13/8/2026
Penyaluran Terlaksana Tepat Sasaran, bantuan air disalurkan melalui koordinasi erat dengan perangkat kedua desa guna menentukan titik prioritas dan pengaturan teknis pendistribusian agar diterima secara adil, merata, dan tepat sasaran.
Air diambil dari sumur dalam menggunakan pompa diesel khusus berkapasitas 36.000 liter per jam, yang dioperasikan selama 48 jam penuh, lalu dialirkan melalui selang dan pipa sejauh sekitar 30 meter menuju area persawahan. Kondisi topografi yang relatif datar memperlancar proses tersebut sehingga berjalan lancar, tertib, dan aman tanpa kendala berarti.
Awalnya ditargetkan menyalurkan 100.000 liter air, namun realisasinya mencapai 150.000 liter. Bantuan ini bermanfaat untuk mengatasi kekeringan pada sekitar 80 petak sawah yang dikelola oleh 50 petani.
“Penyaluran air ini menjadi bagian langkah mitigasi BWS dalam menjaga keberlangsungan pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah di tengah cuaca ekstrem,” ujar Kepala Balai BWS Maluku Utara, Saleh Talib, Kamis, 13 Agustus 2026.
Langkah nyata BWS mendapat apresiasi luas. Koordinator Lembaga Pengawasan Independen Provinsi Maluku Utara, Rajak Idrus, menyatakan:
“Ini adalah program nyata BWS. Langkah pencegahan sosial terhadap masyarakat patut didukung bersama.”
BWS juga memastikan pemantauan ketersediaan air akan terus dilakukan bersama pemerintah desa setempat. Tim Tanggap Darurat tetap bersiaga untuk menyalurkan bantuan susulan apabila kondisi di lapangan memburuk. (Arin/MI).