BWS Maluku Utara Perkuat Mitigasi Bencana, Sabo Dam Gamalama Lindungi Warga Ternate dari Ancaman Lahar Dingin
DAERAH
Maluku Utara – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat sistem mitigasi bencana di Kota Ternate dengan membangun jaringan Sabo Dam di lereng Gunung Gamalama. Infrastruktur pengendali sedimen ini menjadi benteng utama untuk mengurangi risiko banjir lahar dingin yang dapat mengancam permukiman warga saat terjadi hujan deras setelah aktivitas vulkanik.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Saleh Talib, mengatakan pembangunan Sabo Dam merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.
Menurutnya, keberadaan Sabo Dam berfungsi menahan material vulkanik seperti batu, pasir, dan lumpur agar tidak mengalir ke kawasan permukiman maupun fasilitas umum di hilir.
“Keberadaan Sabo Dam sangat penting untuk mengendalikan aliran material vulkanik dari Gunung Gamalama. Kami terus melakukan pemeliharaan dan evaluasi agar fungsi bangunan tetap optimal dalam melindungi masyarakat,” ujar Saleh saat mendampingi kunjungan kerja di Sabo Dam Sungai Rua.
Sebagai daerah yang berada di kaki Gunung Gamalama, Kota Ternate memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana vulkanik dan hidrometeorologi. Karena itu, pembangunan infrastruktur pengendali sedimen dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk meminimalkan potensi kerusakan akibat banjir lahar dingin.
Pada Tahun Anggaran 2025, Kementerian PU telah menyelesaikan pembangunan Sabo Dam Sungai Rua dengan nilai investasi mencapai Rp42,33 miliar. Infrastruktur tersebut kini menjadi salah satu bangunan pengendali sedimen utama di kawasan Gunung Gamalama.
Komitmen pemerintah berlanjut pada Tahun Anggaran 2026 dengan pembangunan dua unit Sabo Dam baru di Sungai Kastela dan Sungai Sasa. Namun, untuk membentuk sistem pengendalian sedimen yang lebih komprehensif, masih dibutuhkan sekitar 16 unit Sabo Dam tambahan dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp400 miliar.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur mitigasi bencana di Maluku Utara.
Menurutnya, pembangunan Sabo Dam bukan hanya memberikan perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman bencana, tetapi juga mendukung keberlanjutan pembangunan daerah melalui terciptanya rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lereng Gunung Gamalama.
“Kami mengapresiasi dukungan Kementerian PU terhadap pembangunan infrastruktur kebencanaan di Maluku Utara. Ini sangat penting untuk menjaga keselamatan masyarakat serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar Sherly.
Pembangunan Sabo Dam di kawasan Gunung Gamalama menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan infrastruktur sekaligus melindungi masyarakat Kota Ternate dari ancaman banjir lahar dingin yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat aktivitas gunung api aktif tersebut. (Tim/MI)