Gandeng Polda Malut, Dosen UNUTARA Hadirkan Literasi Lingkungan Berbasis AI
DAERAH, Uncategorized![]()
SOFIFI – Dunia akademik dan institusi kepolisian semakin mempererat sinergi demi menjawab tantangan pelestarian lingkungan yang semakin kompleks. Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA), Mujais Apling, S.Pd., M.Pd., yang saat ini sedang menempuh studi Program Doktor (S3) di Universitas Negeri Semarang (UNNES), melakukan silaturahmi resmi dengan Kapolda Maluku Utara pada hari Senin. Pertemuan strategis ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan di Provinsi Maluku Utara. Selasa, 28/7/2026.
Pertemuan tersebut bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan bagian integral dari upaya menyempurnakan penelitian disertasi yang sedang digarap Mujais Apling dengan judul “Pengembangan Model Literasi Lingkungan Berbasis Artificial Intelligence (AI) Melalui Media Edukasi SAPU LIDI di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara.” Penelitian ini menawarkan terobosan baru, mengembangkan sistem pembelajaran literasi lingkungan yang memanfaatkan kekuatan teknologi kecerdasan buatan sebagai sarana edukasi yang inovatif, efektif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Fokus utama penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran, hingga perubahan perilaku yang nyata dalam kepedulian terhadap lingkungan, khususnya di lingkungan pendidikan kepolisian. Dengan memanfaatkan teknologi AI, model pembelajaran yang dikembangkan dirancang agar lebih interaktif, adaptif terhadap kebutuhan peserta didik, dan mampu menyampaikan pesan – pesan pelestarian lingkungan dengan cara yang lebih mudah dipahami dan diingat.
Dalam kesempatan tersebut, Mujais Apling menegaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini membuka peluang besar untuk menghadirkan solusi nyata bagi masalah lingkungan.
“Perkembangan teknologi Artificial Intelligence membuka peluang besar dalam menciptakan sistem edukasi lingkungan yang lebih interaktif, adaptif, dan efektif. Melalui media edukasi SAPU LIDI, penelitian ini diharapkan mampu menjadi model pembelajaran yang dapat mendukung pengelolaan sampah yang lebih terarah, meningkatkan literasi lingkungan secara menyeluruh, serta memperkuat budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan SPN Polda Maluku Utara,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penelitian ini tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik semata, melainkan bertujuan melahirkan inovasi yang bisa langsung dirasakan manfaatnya.
“Penelitian ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan model akademik, tetapi juga menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung pelestarian lingkungan. Kami berharap kolaborasi yang terjalin erat dengan Polda Maluku Utara dapat memberikan manfaat yang luas, baik bagi institusi terkait, masyarakat luas, maupun bagi kemajuan pengembangan ilmu pengetahuan di tanah air,” tegas Mujais Apling.
Sementara itu, Kapolda Maluku Utara menyambut hangat dan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang diusulkan. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis penelitian adalah kontribusi yang sangat berharga bagi kemajuan daerah.
“Kami sangat menyambut baik langkah ini dan mengapresiasi kontribusi nyata dari perguruan tinggi dalam menghasilkan penelitian yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan kepolisian dinilai sangat strategis untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan lingkungan yang kita hadapi bersama, khususnya dalam hal pengelolaan sampah dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam untuk masa depan,” ungkap Kapolda Maluku Utara.
Lebih jauh lagi, penelitian disertasi ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi AI, penelitian ini hadir untuk menjawab tantangan lingkungan yang semakin beragam dan kompleks. Tidak hanya menghasilkan model literasi lingkungan yang berbasis teknologi, penelitian ini juga diproyeksikan menjadi referensi penting bagi pengembangan program pendidikan lingkungan di berbagai lembaga pendidikan maupun instansi pemerintah lainnya di seluruh Indonesia.
Dengan terjalinnya kerja sama yang erat antara Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, Universitas Negeri Semarang, dan Polda Maluku Utara, diharapkan lahir berbagai inovasi bermanfaat yang mampu mendukung terwujudnya masyarakat Maluku Utara yang semakin peduli, sadar, dan bertindak nyata dalam menjaga lingkungan. Sinergi ini juga menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk menjaga kelestarian alam Maluku Utara yang kaya akan keindahan dan sumber daya alam, demi kesejahteraan generasi mendatang. (Arin/MI)