Program Nexus Gamalama Diluncurkan di Ternate Selatan: Wujudkan Ketahanan Iklim Tanpa Meninggalkan Siapa Pun
DAERAH, Uncategorized
TERNATE – Upaya menyusun strategi menghadapi perubahan iklim yang tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga memastikan keadilan bagi semua kelompok masyarakat termasuk penyandang disabilitas, mulai berjalan nyata di Kecamatan Ternate Selatan. Ikatan Keluarga Disabilitas Makugawene (IKDM) Kota Ternate bersama NLR Indonesia, Liliane Fonds, dan Pemerintah Kecamatan Ternate Selatan secara resmi menggelar sosialisasi Program Nexus Gamalama di aula Kantor Kecamatan Ternate Selatan, Jumat,(17/7/2026).
Mengusung tema “Membangun Resiliensi Iklim yang Inklusif Melalui Kolaborasi Struktural dan Kultural”, kegiatan ini menghadirkan beragam pemangku kepentingan. Camat Ternate Selatan Anang Irianto, seluruh Lurah se-kecamatan, perwakilan Puskesmas Gambesi dan Kalumata, institusi pendidikan seperti SDN 32 Kota Ternate serta SMA LB Negeri Kota Ternate, HWDI Kota Ternate, Gerkatin Kota Ternate, TP-PKK Ternate Selatan, hingga tokoh masyarakat setempat.
Berbeda dengan kesan sebagai program yang baru dirancang, Ketua IKDM Kota Ternate Risal Assor menegaskan inisiatif ini lahir dari proses panjang dan partisipatif.
“Ini bukan gagasan yang muncul tiba-tiba. Sejak akhir 2024 hingga sepanjang 2025, kami melakukan riset lapangan mendalam meninjau puluhan dokumen perencanaan daerah, serta berdialog langsung dengan 90 anak penyandang disabilitas di Kota Ternate dengan dukungan penuh NLR Indonesia. Semua masukan mereka menjadi fondasi utama program ini,” jelas Risal.
Camat Ternate Selatan Anang Irianto memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah tersebut dan menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci keberhasilan. Ia juga menyoroti tantangan nyata yang masih dihadapi.
“Saat ini masih banyak kantor kelurahan yang belum memiliki akses ramah disabilitas mulai dari jalan masuk hingga fasilitas pelayanan. Saya berharap tahun ini, melalui alokasi dana kelurahan, kita bisa segera memperbaikinya. Semua warga berhak mendapatkan pelayanan publik yang mudah, tanpa hambatan apa pun.” ujar Anang.
Program Nexus Gamalama diharapkan menjadi model percontohan di tingkat kecamatan, yang mengintegrasikan penanganan perubahan iklim dengan pemenuhan hak disabilitas.
Harapan Risal Ke depannya, kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, lembaga pendidikan, dan layanan kesehatan akan terus diperkuat, agar upaya membangun ketahanan daerah tidak hanya kuat menghadapi bencana, tetapi juga adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Tutup Risal. (Arin/MI)