Warga Togutete Apresiasi Pembangunan Bronjong BWS Maluku Utara, Lindungi Permukiman dari Ancaman Abrasi
DAERAH
Halmahera Barat – Pembangunan bronjong penanganan bencana alam yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara di Desa Togutete Ternate Asal, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kehadiran infrastruktur pengaman tersebut dinilai memberikan manfaat besar dalam melindungi kawasan permukiman dan fasilitas umum dari ancaman abrasi serta kerusakan akibat tingginya debit air saat musim hujan.
Warga setempat menyambut baik pelaksanaan proyek tersebut karena selama ini wilayah pesisir dan bantaran sungai di desa mereka kerap mengalami pengikisan yang mengancam lahan serta aktivitas masyarakat. Dengan adanya pembangunan bronjong, risiko kerusakan dapat diminimalisir sehingga memberikan rasa aman bagi warga.
Selain berfungsi sebagai pengendali daya rusak air, pembangunan bronjong juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan lingkungan sekitar dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada kondisi wilayah pesisir dan sungai yang stabil.
Masyarakat Desa Togutete Ternate Asal menyampaikan terima kasih kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara yang telah merealisasikan pembangunan tersebut. Mereka berharap perhatian pemerintah pusat melalui BWS Maluku Utara terus berlanjut untuk penanganan berbagai titik rawan bencana di Halmahera Barat.
“Keberadaan bronjong ini sangat membantu masyarakat. Kami merasa lebih tenang karena wilayah yang selama ini rawan terkikis kini sudah mendapat penanganan. Kami mengucapkan terima kasih kepada BWS Maluku Utara yang telah menghadirkan pembangunan ini demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat juga berharap agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dijaga bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Kehadiran proyek tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman bencana sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan di daerah. Red.